1. Perangkat Proteksi
Yang dimaksud perangkat sistem proteksi adalah rangkaian
peralatan proteksi antara komponen satu dengan lainnya sehingga membentuk suatu
sistem pengaman yang dapat berfungsi sesuai dengan maksud pengaman/ proteksi.
Perangkat utamanya adalah :
1.
Rele
2.
CT - PT
3. PMT
4.
Bateray / Catu Daya
5.
Wiring
2. Rele
Ada berbagai jenis rele pada sistem proteksi sesuai
dengan peralatan yang akan diamankan/ diproteksi. Pada umumnya untuk proteksi
pada sistem distribusi yang banyak
digunakan adalah sbb:
1.
Rele Arus Lebih / Over Current Relay (OCR)
2. Rele
Gangguan Tanah / Ground Fault Relay (GFR)
Rele ini
akan bekerja bila arus yang melewati sensor rele besarnya melebihi arus yang
disetting pada rele, sehingga kontak rele menutup dan mengirimkan sinyal pada
coil PMT untuk memerintahkan PMT bekerja.
Cara
kerja dari karakteristik macam-macam rele pada sistem distribusi tersebut
dijelaskan pada Bab OCR dan GFR pada kursus ini.
Untuk
lebih jelasnya lihat Gambar Perangkat Proteksi
3. CT-PT
Current Transformer (CT) atau trafo arus merupakan
peralatan listrik untuk menurunkan arus yang besar menjadi arus yang kecil.
Arus yang besar perlu diturunkan karena rele hanya mampu dilewati arus yang
kecil misalnya maksimum 5 A. Perbandingan arus yang diturunkan disebut dengan
Rasio CT misalnya 500/5 A, artinya arus yang masuk pada sisi primer yang
besarnya 500 A sebanding dengan arus yang keluar pada sisi sekunder 5 A.
Perbandingannya adalah 500:5 = 100 atau rasio CT tersebut sebesar 100 kali.
Demikian Juga untuk tegangan yang besar perlu diturunkan
menjadi tegangan yang kecil karena rele didesain untuk dialiri tegangan yang
kecil. Peralatan untuk menurunkan tegangan tersebut dinamakan Trafo
Tegangan/Potential Transformer (PT). Contoh Rasio PT : 20000/ 100 Volt = 200
kali .
Baik CT maupun PT tersebut memiliki kelas ketelitian yang
diperlukan untuk proteksi maupun pengukuran. Kelas CT-PT tersebut menentukan
tingkat kesalahan/ error dari arus/ tegangan yang diturunkan, sehingga perlu
dipilih kelas yang sesuai penggunaannya berdasarkan Standard yang ditentukan.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar/ foto fisik dari CT dan
PT distribusi.
4. BATERAI /
CATU DAYA
Baterai / catu daya diperlukan untuk menginjeksi tegangan
agar supaya rele dan PMT dapat bekerja. Untuk dapat siap bekerja maka rele
harus mendapat tegangan secara terus menerus sesuai dengan tegangan nominal
yang diperlukan suatu rele dan PMT. Baterai merupakan sumber tegangan DC
misalnya yg diperlukan tegangan 24 atau 48 Volt, baterai ini ada jenis bateray
kering dan bateray basah. Tegangan DC juga dapat diperoleh dari penyearah/
Rectifier.
5. Wiring
Wiring adalah sistem pengawatan untuk menghubungan antara
komponen proteksi yang meliputi : Rele, PMT, CT-PT dan Bateray sehingga
perangkat sistem proteksi tersebut dapat bekerja sesuai ketentuan.
Ada persyaratan yang harus diperhatikan didalam
pengawatan misalnya penggunaan jenis kabel/kawat, besar penampang kabel,
panjang kabel, warna kabel, dan kode-kode.
