Kamis, 06 Desember 2012

PERANGKAT SISTEM PROTEKSI



1. Perangkat Proteksi
Yang dimaksud perangkat sistem proteksi adalah rangkaian peralatan proteksi antara komponen satu dengan lainnya sehingga membentuk suatu sistem pengaman yang dapat berfungsi sesuai dengan maksud pengaman/ proteksi.
Perangkat utamanya adalah :
1.    Rele
2.    CT - PT
3.    PMT
4.    Bateray / Catu Daya
5.    Wiring

2. Rele
Ada berbagai jenis rele pada sistem proteksi sesuai dengan peralatan yang akan diamankan/ diproteksi. Pada umumnya untuk proteksi pada sistem distribusi yang banyak digunakan adalah sbb:
1.    Rele Arus Lebih / Over Current Relay (OCR)
2.    Rele Gangguan Tanah / Ground Fault Relay (GFR)
Rele ini akan bekerja bila arus yang melewati sensor rele besarnya melebihi arus yang disetting pada rele, sehingga kontak rele menutup dan mengirimkan sinyal pada coil PMT untuk memerintahkan PMT bekerja.
Cara kerja dari karakteristik macam-macam rele pada sistem distribusi tersebut dijelaskan pada Bab OCR dan GFR pada kursus ini.
Untuk lebih jelasnya lihat Gambar Perangkat Proteksi

3. CT-PT
Current Transformer (CT) atau trafo arus merupakan peralatan listrik untuk menurunkan arus yang besar menjadi arus yang kecil. Arus yang besar perlu diturunkan karena rele hanya mampu dilewati arus yang kecil misalnya maksimum 5 A. Perbandingan arus yang diturunkan disebut dengan Rasio CT misalnya 500/5 A, artinya arus yang masuk pada sisi primer yang besarnya 500 A sebanding dengan arus yang keluar pada sisi sekunder 5 A. Perbandingannya adalah 500:5 = 100 atau rasio CT tersebut sebesar 100 kali.

Demikian Juga untuk tegangan yang besar perlu diturunkan menjadi tegangan yang kecil karena rele didesain untuk dialiri tegangan yang kecil. Peralatan untuk menurunkan tegangan tersebut dinamakan Trafo Tegangan/Potential Transformer (PT). Contoh Rasio PT : 20000/ 100 Volt = 200 kali .
Baik CT maupun PT tersebut memiliki kelas ketelitian yang diperlukan untuk proteksi maupun pengukuran. Kelas CT-PT tersebut menentukan tingkat kesalahan/ error dari arus/ tegangan yang diturunkan, sehingga perlu dipilih kelas yang sesuai penggunaannya berdasarkan Standard yang ditentukan.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar/ foto fisik dari CT dan PT distribusi.

4. BATERAI / CATU DAYA
Baterai / catu daya diperlukan untuk menginjeksi tegangan agar supaya rele dan PMT dapat bekerja. Untuk dapat siap bekerja maka rele harus mendapat tegangan secara terus menerus sesuai dengan tegangan nominal yang diperlukan suatu rele dan PMT. Baterai merupakan sumber tegangan DC misalnya yg diperlukan tegangan 24 atau 48 Volt, baterai ini ada jenis bateray kering dan bateray basah. Tegangan DC juga dapat diperoleh dari penyearah/ Rectifier.

5. Wiring
Wiring adalah sistem pengawatan untuk menghubungan antara komponen proteksi yang meliputi : Rele, PMT, CT-PT dan Bateray sehingga perangkat sistem proteksi tersebut dapat bekerja sesuai ketentuan.
Ada persyaratan yang harus diperhatikan didalam pengawatan misalnya penggunaan jenis kabel/kawat, besar penampang kabel, panjang kabel, warna kabel, dan kode-kode.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar