A.
Pengertian
Sistem Transmisi
Keandalan
dan kelangsungan penyaluran tenga listrik adalah merupakan salah datu unsur dai
tolak ukur baik atau tidaknya bagi pelayanan penyediaan tenaga listrik yang
dewasa ini semakin dituntut oleh masyarakat sebagai pemakai tenaga listrik. Hal
ini hanya dapat dicapai apabila senantiasa dilaksanakan pengoperasian setiap
komponen sesuai SOP (Standarisasi Operasional Pemakaian) dan pemeliharaan
terhadap semua komponen baik pada pusat pembangkit, jaringan transmisi dan
jaringan distribusi secara benar dan teratur sehingga didapatkan peralatan
senantiasa dalam keadaan baik dan dapat berfungsi optimal. Dalam konteks
pembahasan ini yang dimaksud transmisi (penyaluran) adalah penyaluran energi
listrik sehingga mempunyaicmaksud proses dan cara menyalurkan energi listrik
dari satu tempat ke tempat lainnya, misalnya :
·
Dari pembangkit listrik ke gardu induk.
·
Dari satu gardu induk ke gardu induk
lainnya.
·
Dari gardu induk ke jaring tegangan menengah
dan gardu distribusi.
Ketentuan Dasar Sistem
Tenaga Listrik
a. Menyediakan
setiap waktu, tenaga listrik untuk keperluan konsumer.
b. Menjaga
kestabilan nilai tegangan, dimana tidak lebih toleransi ±10%.
c. Menjaga
kestabilan frekuensi, dimana tidak lebih toleransi ±0 1Hz.
d. Harga
yang tidak mahal (Efisien).
e. Standar
keamanan (safety).
f. Respek
terhadap lingkungan
Secara Umum Terdiri dari :
1. Pusat
Pembangkit Listrik (Power Plant)
Yaitu
tempat energi listrik pertama kali dibangkitkan, dimana terdapat turbin sebagai
penggerak mula (Prime Mover) dan generator yang membangkitkan listrik.
2. Transmisi
Tenaga Listrik
Merupakan
proses penyaluaran tenaga listrik dari tempat pembangkit tenaga listrik (Power
Plant) hingga Saluran distribusi listrik (substation distribution) sehingga
dapat disalurkan sampai pada konsumer pengguna listrik.
3. Sistem
Distribusi
Merupakan
subsistem tersendiri yang terdiri dari : Pusat Pengatur (Distribution Control
Center, DCC) saluran tegangan menengah (6kV d 20kV yang juga biasa disebut
tegangan distribusi primer) yang merupakan saluran udara atau kabel tanah,
gardu distribusi tegangan menengah yang terdiri dari panel-panelpengatur
tegangan menengah dan trafo sampai dengan panel-panel distribusi tegangan
rendah (380V, 220V) yang menghasilkan tegangan kerja/ tegangan jala-jala untuk
industri dan konsumen.
4. Beban
Merupakan
pengguna/konsumer Listrik
B.
Bagian
– Bagian SUTT
a.
Tiang
(Tower)
1. Menurut
bentuk atau konstruksinya ada beberapa macam tiang yang digunakan diantaranya
adalah sebagai berikut :
Ø Tiang
konstruksi baja
Terbuat dari baja
profil disusun sedemikan rupa sehingga merupakan suatu menara yang telah
diperhitungkan kekuatannya sesuai kebutuhan.
Ø Tiang
Manesmen
Terbuat dari pipa baja
dimana ukuran – ukuran panjang diameter dan ketebalan dari pipa baja
diperhitungkan sesuai kebutuhan.
Ø Tiang
Kayu
Biasanya terbuat dari
sejenis kayu ulin yang diawetkan.
2. Jika
ditinjau menurut fungsinya macam – macam tiang dibedakan menjadi beberapa macam
yaitu :
Ø Tiang
Penegang (Tension Tower)
Dipergunakan untuk
menahan gaya berat juga gaya tarik dari kawat – kawat SUTT.
Ø Tiang
Penyangga (Suspension Tower)
Dipergunakan untuk
mendukung atau menyangga dan harus kuat terhadap gaya berat dari peralatan
listrik yang ada pada tiang tersebut.
Ø Tiang
Sudut (Angle Tower)
Tiang sudut adalah
tiang penegang yang berfungsi menerima gaya tarik akibat dari perubahan arah
saluran transmisi.
Ø Tiang
Akhir (Ended Tower)
Tiang akhir adalah
tiang penegang yang direncanakan sedemikian rupa sehingga kuat untuk menahan
gaya tarik kawat dari satu arah saja. Tiang akhir ini ditempatkan di ujung
saluran transmisi yang akan masuk ke switch yard dari sebuah gardu induk.
Ø Tiang
Transposisi (Transpotition Tower)
Tiang transposisi
adalah tiang penegang yang berfungsi sebagai tempat perpindahan letak susunan
fasa kawat saluran transmisi.
3. Jika
ditinjau dari bentuk tiang itu sendiri tiang dibagi menjadi 2 yaitu :
i.
Lattice tower
ii.
Tubular steel pole
iii.
Concrete pole
iv.
Wooden pole
b.
Peralatan Listrik
Dalam hal ini peralatan listrik yang
dimaksudkan adalah peralatan – peralatan yang dapat menghantarkan tenaga
listrik sedemikian rupa sehingga dapat sampai di beban konsumen dengan optimal.
Peralatan listrik yang tergolong dalam saluran transmisi adalah Kawat
Penghantar disini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari suatu tempat ke
tempat lain. Kawat konduktor untuk saluran transmisi tegangan tinggi ini selalu
tanpa pelindung/isolasi. Hanya menggunakan Isolasi Udara.
Jenis Konduktor yang dipakai adalah :
-
Tembaga (cu)
-
Alumunium (Al)
Jenis-jenis penghantar
Aluminium
o
AAC (All-Alumunium Conductor), yaitu
kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari alumunium.
o
AAAC (All-Alumunium-Alloy Conductor),
yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran alumunium.
o
ACSR (Alumunium Conductor Steel-Reinforced)
yaitu kawat penghantar alumunium berinti kawat baja.
o
ACAR (Alumunium Conductor,
Alloy-Reinforced),yaitu kawat penghantar aluminium yang diperkuat dengan logam
campuran.
Jenis
yang sering digunakan adalah ACSR
-
Baja (steel)
Jenis yang sering
dipakai adalah jenis alumunium dengan campuran baja
c.
Peralatan
Pendukung Lain
Selain kawat penghantar
ada juga peralatan yang hanya digunakan untuk saluran transmisi tegangan
menengah dan saluran transmisi tegangan rendah. Peralatan yang dimaksud
melingkupi :
Ø PMT
PMT atau pemutus tenaga
adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan peralatan
listrik. PMT mempunyai syarat – syarat yang harus dipenuhi selain tegangan arus
nominal dan breaking capacity yang tidak boleh dilampaui oleh keadaan sistem yang
ditempatkan. Selain itu juga pada waktu kerja menutup dan menghubungkan harus
memenuhi syarat yang baik dan biasanya dipergunakan alat bantu yang berupa alat
pengecek yaitu sinkronisasi yang akan mengecek keadaan tegangan, fasa, dan
frekuensi dari sistem. Alat bantu tersebut berupa panel indikator yang terdapat
beberapa alat ukur yang diperlukan seperti Voltmeter, Ampermeter, dan
Frekuensimeter.
Ø PMS
PMS atau pemisah
(isolating switch) mempunyai fungsi diantaranya adalah pada waktu bekerja
dipergunakan untuk memisahkan bagian – bagian yang bertegangan satu sama lain
dan hanya dapat digunakan atau dioperasikan dengan praktis dalam keadaan tanpa
beban.
Ø LBS
LBS (Load Breaking
Switch) merupaka kombinasi antara pemisah dan pemutus tenaga. Pemutus tenaga
disini hanya dapat dipakai untuk
memutuskan beban sesuai dengan data yang tertera pada seklar tersebut, dan
tidak dapat dipakai guna memutus arus hubung singkat. Namun jika ingin memutus
arus hubung singkat pemutus ini harus dilengkapi dengan sekring. Saklar ini biasanya
dipakai untuk golongan tegangan 6 – 10 kV dan 20 kV dan daya pemutusannya
sampai kira – kira 5 – 15 MVA.
Ø Sambungan
kawat
Sambungan kawat adalah
alat yang digunakan penyambungan kawat penghantar atau kawat tanah.
Penyambungannya umumnya menggunakan sambungan press.
Ø Repair
sleave
Repair sleave merupakan
piranti yang digunakan untuk membungkus kawat penghantar yang rusak atau putus.
Ø Pelindung
kawat
Pelindung kawat ini
dipasang didalam klem penyangga yang difungsikan sebagai penguat kawat fasa dan
melindungi dari getaran kawat.
Ø Peredam
Peredam dipasang pada
kawat tanah yang ditempatkan pada kawat tanah yang ditempatkan berdekatan
dengan klem berfungsi mengurangi getaran kawat yang disebabkan oleh angin.
Ø Perentang
Perentang dipasang pada
sistem kawat bundle untuk menjaga agar jarak antar kawat dalam sefasa tidak
berubah – ubah akibat oleh gaya elektromekanik.
Ø Isolator
Isolator pada sistem
transmisi tenaga listrik disini berfungsi untuk penahan bagian
konduktor terhadap ground. Isolator disini bisanya terbuat
dari bahan porseline, tetapi bahan gelas dan bahan isolasi sintetik juga sering
digunakan disini. Bahan isolator harus memiiki resistansi yang tinggi untuk
melindungi kebocoran arus dan memiliki ketebalan yang secukupnya (sesuai
standar) untuk mencegah breakdown pada tekanan listrik tegangan tinggi sebagai
pertahanan fungsi isolasi tersebut. Kondisi nya harus kuat terhadap goncangan
apapun dan beban konduktor. Menurut penggunaan dan konstruksinya, isolator
diklasifikasikan menjadi:
-
Isolator jenis pasak
-
Isolator jenis pos-saluran
-
Isolator jenis gantung
Isolator
jenis pasak dan isolator jenis pos-saluran digunakan pada saluran transmisi
dengan tegangan kerja relatif rendah (kurang dari
22-33kV), sedangkan isolator jenis gantung dapat digandeng menjadi
rentengan/rangkaian isolator yang jumlahnya dapat
disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya ada 3 macam bentuk isolator
diantaranya adalah :
ü Isolator
Piring
Isolator ini umumnya
dilengkapi dengan :
-
Tanduk busur yaitu bagian yang
melindungi isolator dari tegangan surya
-
Cincin perisai yaitu bagian yang
berfungsi untuk meratakan medan listrik dan distribusi tegangan pada isolator.
ü Isolator
tonggak vertical
ü Isolator
tonggak horizontal
Ø Pengaman
atau Pelndung
ü Kawat
Tanah
Kawat tanah hampir sama
dengan ground, terbuat dari kawat baja. Berfungsi untuk melindungi kawat
penghantar dari sengatan petir dan diletakkan diatas kawat.
ü Pentanahan
Tiang
Pentanahan tiang
berfungsi untuk melindungi kawat dari sengatan petir dengan cara diklem dengan
tiang.
ü Jaring
pengaman
Jaring pengaman ini
berfungsi untuk melindungi kawat yang putus. Jadi pengantisipasiannya dengan
menggunakan jaring pengaman yang diletakkan di bawah kawat penghantar.
ü Bola
pengaman
Bola pengaman dipasang
pada saluran transmisi sebagai tanda untuk pengaman lalu lintas udara.
d.
Konfigurasi
SUTT
Konfigurasi SUTT adalah
susunan penghantar fasa yang yang disusun berbagai susunan misalnya :
i.
Susunan penghantar Vertikal ke bawah
fasa R fasa S fasa T,
ii.
Susunan mendatar fasa R fasa S fasa T,
iii.
Susunan segitiga sama sisi fasa R fasa S
fasa T.
Dari
ketiga konfigurasi susunan fasa diatas yang sering digunakan oleh PLN adalah susunan penghantar vertikal dan
mendatar. Pemilihan posisi tersebut juga disesuaikan berdasarkan dari jenis
tower besar tegangan yang dilewatinya dan lokasinya.
e.
Bundle
Conductor.
Bundle
conductor atau yang sering disebut konduktor bekas adalah saluran transmisi
yang setiap fasanya terdiri dari dua konduktor atau lebih dan dipadukan menjadi
suatu saluran yang masing – masing konduktor dijaga jaraknya agar tetap aman
dengan menggunakan spacer atau perentang. Tujuannya adalah untuk :
-
Rugi daya dapat dikurangi karena muatan
terbagi pada penghantar yang menyalurkan.
-
Rugi tegangan berkurang
-
Memperbesar kapasitas penyaluran
-
Mutu penyaluran jadi lebih baik.
f.
Circuit
Ganda
Circuit
ganda ini memakai satu tiang penyangga (tower) masing – masing conductor
diletakkan di kanan dan kiri dari tower dengan susunan vertical masing – masing
fasa dapat menggunakan conductor tunggal. Tujuannya adalah :
Ø Menambah
kehandalan penyaluran kehandalan daya
Ø Menambah
kehandalan kemampuan kehandalan daya
Ø Menambah
kehandalan stabilitas penyaluran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar